Thursday, July 07, 2005

AMR MA’RUF NAHY MUNKAR

Secara harfiyah, ma’ruf artinya “yang dikenal“ atau “yang dapat dimengerti dan dapat dipahami serta diterima oleh masyarakat.” yang dalam bahasa Inggris, ma’ruf mirip dengan pengertian common sense, masuk akal. Perbuatan yang ma’ruf, jika dikerjakan, dapat diterima dan dipahami oleh manusia yang berakal. Sedangkan munkar, artinya “yang dibenci” yang tidak disenangi dan ditolak oleh masyarakat, karena tidak patut dan tidak pantas. Tidak selayaknya yang demikian itu dikerjakan oleh manusia yang berakal.

Penting untuk dicatat bahwa “amr ma’ruf & nahy munkar”, keduanya merupakan satu kesatuan yang berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Agama datang menuntun manusia dan memperkenalkan mana yang ma’ruf dan mana pula yang munkar. Oleh karena itu, ma’ruf dan munkar itu tidaklah terpisah. Mengacu pada persepsi umum, kalau ada orang yang berbuat ma’ruf, maka seluruh masyarakat umumnya menyetujui, membenarkan dan memujinya. Sedangkan kalau ada perbuatan munkar, seluruh masyarakat menolak, membenci dan tidak menyetujuinya.

Maka dari itu, bertambah tinggi kecerdasan beragama seseorang, maka bertambah kenal akan yang ma’ruf dan bertambah benci orang kepada yang munkar. Marilah kita semua melakukan introspeksi diri untuk kemudian selalu berusaha berbuat yang ma’ruf dan meninggalkan perbuatan munkar demi perbaikan diri, masyarakat dan bangsa ini.

1 Comments:

Blogger harlaner said...

Good ... good, good luck for you.

3:35 AM  

Post a Comment

<< Home